Kamis, 09 Mei 2013

Definisi dan Ciri-ciri Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sudah sangat dikenal di berbagai bahasa nusantara. Banyak pembaca yang sudah mengetahui betul apa itu pantun. Namun, dari sekian banyak yang tahu itu, mungkin hanya sebagian kecil saja yang mengentahui secara pasti mengenai sejarah pantun. Pantun merupakan satu di antara sekian banyak genre kesusastraan yang lahir dan berkembang di nusantara. Pada mulanya, istilah pantun ini berasal dari bahasa Minangkabau “patuntun” yang berarti penuntun. Namun ternyata, istilah pantun ini pun dikenal juga di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Batak, dan Melayu.

Dalam masyarakat Jawa, pantun dikenal dengan istilah “parikan.” Dalam masyarakat Sunda dikenal dengan sebutan “paparikan”. Sementara masyarakat Batak mengenal pantun dengan istilah “umpasa” (dibaca uppasa). Masih tentang pantun, dalam bahasa Melayu, pantun dikenal dengan istilah “quatrain”.


Definisi Pantun.jpg
Pada mulanya, pantun termasuk ke dalam sastra lisan yang hanya dituturkan oleh penyampainya, meski kemudian banyak juga yang ditulis hingga akhirnya masuk ke dalam kategori sastra tulisan. Setiap tuturan pantun selalu memiliki makna membimbing atau menasehati yang dituangkan dalam petatah-petitih popular di masyarakat tersebut.

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika saat ini pantun sering digunakan dalam upacara-upacara adat, seperti peminangan pengantin hingga pernikahan.

Lazimnya, sebuah pantun memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakannya dengan jenis sastra lainnya. Adapun ciri-ciri dari pantun adalah sebagai berikut.

  1. Pantun terdiri atas 4 larik atau baris.
  2. Setiap baris pantun hanya memiliki 8-12 suku kata.
  3. Pantun selalu bersajak atau rima a-b-a-b atau a-a-a-a.
  4. Baris pertama dan kedua dinamakan sampiran.
  5. Baris ketiga dan keempat dinamakan isi.

Dalam pantun, baris pertama biasanya cenderung berhubungan dengan alam, sedangkan baris kedua lebih bebas dan tidak terikat dengan baris pertama. Baris kedua biasanya dipilih guna menyampaikan maksud dan menyesuaikan rima. Dua baris terakhir yang merupakan isi pantun adalah tujuan dari pantun itu sendiri.

Pantun telah mengalami berbagai macam perkembangan hingga tercipta bentukan baru dari pantun, seperti karmina dan talibun. Karmina merupakan bentukan atau versi baru dari pantun yang lebih ringkas karena hanya terdiri atas 2 baris, sedangkan talibun adalah versi panjang dari pantun yang terdiri atas 6 baris atau lebih.

Ciri-ciri Pantun - Janis-Jenis pantun

Pantun memiliki banyak jenis. Setiap jenis pantun mengusung makna yang berbeda dengan jenis pantun lainnya. Adapun jenis-jenis pantun ini meliputi: pantun adat, pantun agama, pantun budi, pantun jenaka, pantun kepahlawanan, pantun kiasan, pantun nasihat, pantun percintaan, pantun peribahasa, pantun perpisahan, dan pantun teka teki. Berikut ini akan penulis sajikan beberapa jenis pantun beserta ciri-cirinya.

1. Pantun Adat

Salah satu jenis pantun yang kita kenal adalah pantun adat. Ciri-ciri dari pantun adat adalah isinya yang selalu berkenaan dengan adat istiadat. Berikut adalah salah satu contoh pantun adat.

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

2. Pantun Agama

Jenis pantun yang kita kenal berikutnya adalah pantun agama. Ciri-ciri dari pantun agama adalah selalu menekan isinya kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama. Berikut adalah salah satu contoh pantun agama.

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

3. Pantun Budi

Jenis pantun yang berikutnya adalah pantun budi. Ciri-ciri pantun budi yang paling nampak adalah dari isinya yang cenderung selalu mengetengahkan tentang budi manusia. Berikut adalah salah satu contohnya.

Diantara padi dengan selasih
Yang mana satu tuan luruhkan
Diantara budi dengan kasih
Yang mana satu tuan turutkan

4. Pantun Jenaka

Dari namanya saja, kita tentu sudah dapat menebak apa itu pantun jenaka. Ya, pantun jenakan adalah pantun yang isinya berupa hal-hal kocak dan mengundang tawa. Namun dibalik ciri-ciri dari pantun jenaka yang kocak ini, biasanya terdapat sebuah sindiran yang tersembunyi. Berikut adalah salah satu contohnya.

Limau purut di tepi rawa
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa
melihat kucing duduk berbedak

5. Pantun Kepahlawanan

Jenis pantun lain yang kita kenal adalah pantun kepahlawanan. Ciri-ciri dari pantun pahlawan adalah selalu mengusung tema kepahlawanan. Berikut adalah contohnya.

Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak

6. Pantun Kiasan

Jenis pantun berikutnya adalah pantun kiasan. Ciri-ciri pantun kiasan ini adalah selalu mengusung kiasan-kiasan tentang suatu hal. Berikut adalah salah satu contohnya.

Disangka nenas di tengah padang
Rupanya urat jawi-jawi
Disangka panas hingga petang
Kiranya hujan tengah hari

7. Pantun Nasehat

Jenis pantun yang berikutnya adalah panun nasehat. Pantun ini selalu mengusung nasehat-nasehat kebaikan dalam setiap isinya. Berikut adalah salah satu contohnya.

Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

8. Pantun Percintaan

Lalu, kita juga mengenal jenis pantun yang saat ini tengah booming, yakni pantun percintaan. Pantun percintaan ini selalu mengangkat tema-tema asmara dan percintaan dalam setiap isinya. Berikut adalah salah satu contohnya.

Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang

Demikian liputan informasi sekilas tentang Definisi dan Ciri-ciri Pantun. Semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang Ilmu Sastra dan pantun itu sendiri.

0 comments:

Poskan Komentar